Mengetahui Kapan Harus Percaya Tukang dan Kapan Jangan Percaya

Indonesia adalah negerinya para seniman. Banyak orang-orang kreativ dan tukang-tukang terbaik yang berasal dari negara kita. “Satu kuli jawa, setara lima sarjana teknik sipil.” Sudah berapa kali Anda mendengar jokes ini?

Tukang adalah manusia. Mereka punya kecerdasan, mereka punya kreativitas. Membuat susunan bata ekspos dengan sangat rapi kalau di 3D komputer gampang banget. Paling tinggal dua kali klik. Tapi, coba kalau di lapangan, silahkan rasakan sendiri susahnya kayak apa.

Tukang adalah pekerjaan yang sangat terhormat. Derajat dan martabat tukang, sama sekali tidak ada dibawah kaum white collar yang bekerja di kantor. Jika anda adalah tukang, Anda harus bangga. Namun, yang namanya manusia, semua pasti ada keterbatasan. Tukang dalam hal ini, punya keterbatasan dalam hal perencanaan.

Meminta tukang membuat planning itu sama aja kayak minta orang kantoran masang bata. Bisa aja sih, tapi yaa gituu. Kalau ada tukang ngomongin urusan perencanaan ke Anda, jangan asal percaya. Cari tahu dulu di google, di interet, atau kalau bisa ya tanya langsung ke ahlinya.

Jika urusan planning Anda percayakan ke tukang, maka besar kemungkinan craftman-ship mereka akan berubah menjadi craftman-shit. Salah satu efeknya, ya mendatangkan pembunuh-pembunuh desain ke rumah Anda.

Semua orang ada porsinya. Jika Anda butuh orang yang mengerjakan, berkomukikasilah dengan tukang. Jika Anda butuh orang yang merencanakan, maka berkomunikasilah dengan desainer.