Seni Mengganti Gorden Jendela

Ketika membecarakan tentang window fashion, sebenarnya ada banyak jenisnya. Ada vertical blind, roller blind, roman blind, dan lain-lain. Namun, untuk di Indonesia sepertinya jenis yang paling umum digunakan adalah drapery alias gorden. Maka dari itu, untuk pembahasan kali ini kita akan fokus untuk membahas bagaimana caranya memilih drapery yang paling bagus. Tentu saja dari kacamata proffesional.

Gorden itu mirip sama bedding yang di post kemarin. Karena sama-sama tekstil, umurnya relatif pendek. Tapi karena luas permukaannya yang besar, pengaruhnya ke citra ruang sangat signifikan. Hal yang bikin beda, gorden tidak bersentuhan langsung dengan fisik kita. Sehingga untuk menilai kualitasnya, fokusnya sudah bukan ke kain saja. Ada banyak yang harus dipertimbangkan ketika memilih gorden, mulai dari kain, fitting, sampai aksesorisnya.

Kalau Anda mau beli gorden, saya sangat merekomendasikan Anda untuk beli custom. Tujuannya agar Anda bisa mengatur jahitannya, ukurannya, aksesorisnya, dan sebagainya. Untuk belinya dimana, pilihannya ada dua alternatif. Pertama, beli di penjahit atau couturier. Kedua, beli di vendor brand pabrikan. Untuk yang nomor satu, saya kurang tahu dimana yang bagus. Kalau untuk vendor pabrikan, sebagai pembanding untuk lokal Anda bisa coba cari merk Onna, atau kalau mau yang import bisa cek merk Silent Gliss.

Ini bukannya mau promo, tapi dua brand tersebut memang punya panduan yang lengkap buat Anda belajar. Di website dan youtube mereka, Anda bisa tahu tentang kain yang bagus tuh seperti apa, sertifikasinya apa saja, standar teknisnya gimana, dan sebagainya. Terlepas Anda beli atau tidak, ilmu mereka tetap bermanfaat.

Siapapun vendor yang yang Anda pilih, selalu mintalah ke mereka untuk datang survei langsung. Kalau mereka tidak mau, lebih baik tinggalkan saja. Karena tandanya mereka bukan proffesional. Anda harus mencari vendor yang mau mengukur jendela dan mereka juga harus bisa memberikan rekomendasi mengenai ukuran yang paling tepat. Biasanya gorden ideal itu bukan sebesar jendela, tapi menjuntai dari atas plafon, turun sampai ke lantai.

Untuk menentukan kain apa yang paling bagus, jawabannya adalah tergantung kebutuhan, Gorden itu ada tiga macam.

  1. Sheer, relatif tembus pandang

  2. Dimout, tengah-tengah

  3. Blackout, tidak tembus cahaya

Hal yang perlu diperhatikan, ketika niatnya beli blackout, Anda harus uji apakah kain itu kalau sinar matahari beneran tidak tembus. Kadang ada gorden yang openness factor nya lebih dari 1%, tapi sama yang jual dibilangnya blackout. Tentu saja Anda tidak mau kan, waktu lagi mau tidur abis begadang, tapi terganggu karena gorden Anda ternyata sedikit tembus kalau kena matahari.

Fisik kain itu bisa jadi penting bisa juga tidak. Buat Anda yang tinggal di landed house, memilih sembarang kain sebenarnya oke saja. Anda boleh memilih hanya berdasarkan suka atau tidak. Namun berbeda kalau Anda tinggal di apartment, gorden Anda wajib harus memiliki standar flame retardant (anti api). Karena seandainya terjadi kebakaran, benda yang rawan kebakaran itu adalah kain. Properti semacam ini bisa dilihat dari sertifikasinya. Tidak hanya sertifikat flame retardant, tapi ada juga sertifikat hypoallergen dan anti bakterial juga.

Aksesoris menjadikan sesuatu lebih baik. Misalnya untuk cantolan atas pada gorden. Kalau Anda pakai yang kawat, hal yang perlu dikhawatirkan adalah rawan melukai tangan, apalagi kalau karatan. Kalau mau, Anda bisa request ke vendor, misalnya pakai cantolan dari plastik yang adjustable, pastinya lebih aman dan bisa diatur ketinggiannya. Semakin bagus vendor, semakin ajaib pula stok aksesorisnya. Ada yang gordennya pakai magnet, ada yang overlapnya ada magic tape, macam-macam. Maka dari itu, mencari vendor yang bagus itu penting.