Cara Memperindah Rumah

Rumah yang bagus bukanlah rumah yang sekedar imdah, tapi perlu mengandung pemikiran. Maksudnya adalah untuk memperindah rumah harus dilakukan dengan cara yang benar. Saya percaya akan hal itu. Menurut saya, cara yang benar itu adalah dengan merawatnya. Perlu digarisbawahi bahwa merawat berbeda dengan menghias. Ketika kita merawat, kita tidak menambahkan sesuat yang baru. Kita hanya menjaga sesuatu yang sekarang memang sudah ada. Kalau ada yang perlu diperbaiki ya diperbaiki. Kalau tidak dapat diperbaiki baru diganti.

Entah kita sadar atau tidak , tanpa perlu berencana memperindah rumah, sebenarnya di rumah kita ada banyak hal yang harus diganti secara rutin. Misal bola lampu, saring bantal, sarung guling, sprei kasur, dan yang lainnya. Benda-benda tersebut secara alami memang harus diganti secara rutin dan berkala. Mau direncarakan atau tidak, pengeluaran buat beli barang-barang itu tetap akan ada.

Daripada Anda mendekorasi hal yang tidak penting. Lebih baik Anda alokasikan budget dekor Anda untuk beli barang yang memang rutin diganti. Buat apa Anda membeli kursi, lemari, pot bunga, rak yang sebenarnya Anda kurang membutuhkan. Ujung-ujungnya hanya akan berakhir jadi pajangan. Udah keluar dana, manfaatnya kurang terasa. Siapa yang paling diuntungkan? Ya orang yang jualan benda itu ke Anda. Tidak sepenuhnya salah, tapi membeli barang juga harus bijak.

Semakin kita asal-asalan membeli barang, semakin kecil pula manfaat yang akan didapat. Semakin kita berpikir, maka manfaat yang kita dapatkan akan semakin besar pula. Tapi bagaimana ya caranya kita membeli barang yang terbaik? Apakah mengikuti iklan adalah cara yang benar?

Ibarat perang, pasar adalah medarn tempur bagi pembeli. Anda harus bisa melawan godaan-godaan iklan ngawur yang dibuat hanya untuk merayu-rayu. Sedangkan desainer adalah veteran yang mengerti bagaimana cara Anda memenangkan perang ini. Ada taktik yang teruji dan terukur. Tunggu kelanjutan besok yaa…