Jantung Rumah yang Dilihat dari Konteks

Kalian pernah mendengar tentang orang bernama Rem Koolhaas? Pada tahun 1994, Koolhaas diminta untuk bikin desain rumah. Rumah biasa, untuk sepasang suami istri sama keluarganya. Kira-kira seperti itu. Akan tetapi mendadak ada musibah. Suami yang punya rumah kecelakaan mobil. Nyaris meninggal, namun selamat. Tapi dia membayar mahal, mengalami kelumpuhan dan tidak bisa jalan.

Dua tahun berlalu sejak kecelakaan itu. Keluarga yang punya rumah kembali ke Koolhaas. Mereka tetap meminta agar rumahnya dibuat. Dan yang disarankan oleh Koolhaas adalah begini kira-kira. “Bro, bikin rumahnya yang simpel aja kali ya? Lu kan udah lumpuh gini, rumah lu jangan ribet-ribet.” Yang punya rumah menjawab, “tidak mau.”

Ini adalah hasil dari rumah yang Koolhaas bangun. Kalau kalian mengira ini adalah ruang kerja biasa, kalian salah besar.

Ruang ini merupakan elevator. Ruang kerja si suami ini bisa naik turun pakai tiang hidrolik. Sehingga ia bisa menjangkau semua bagian rumah. Ia tetap bisa naik ke lantai tiga meskipun menggunakan kursi roda. Ia tetap bisa mengambil buku di rak tinggi meskipun tidak dibantu orang lain.

Kalau contoh sebelumnya jantung rumah yang dihampiri orang-orang. Kini jantungnya malah yang menghampiri. Rumah ini selesai dibangun tahun 1998. Saat itu, Koolhaas sudah bisa membuat yang seperti ini. Wow, padalah internet dan google aja belum nge-trend. Mari kita berpikir ulang, kita sudah tahun 2021, tapi masih sibuk mengurusi visual dan style.