Ada Untuk Tidak Dipakai

Pernah ga kalian merenung tentang kenapa Jakarta bisa banjir parah setiap tahunnya? Kapasitas banjirnya memang sudah menurun sih, tapi jumlah titik yang terdampak semakin banyak. Apa salah Anis? Ahok? Joko? Udin? Ucok? Paijo? Well, sayang sekali. Sebenarnya yang salah disini adalah hampir semua orang yang tinggal disana. Lebih tepatnya semua orang yang punya rumah tentunya.

Jadi kan, rumah pasti punya atap nih. Kalau hujan kan air dari atap akan turun ke talang, dari tang turun ke pipa, kemudian dari pipa dialirkan ke selokan depan. Sebenarnya semua rumah seperti ini (bukan hanya Jakarta). Sampai di sekolan air dialirkan lagi ke sungai. Air di sungai, ini isinya bukan cuma air dari gunung. Rumah Anda juga menyumbang puluhan liter air ke sini setiap hujan.

Di Jakarta, ada juga rumah yang belum atau jarang terkena banjir. Hal itu, bukan karena rumahnya bagus. Itu murni karena air dari rumah itu telah dialirkan ke tempat lain, yang sangat mungkin tempat lain itu jadi banjir. Andai saja pembangunan di Jakarta tidak se-“gila” saat ini. Air hujan bisa masuk ke tanah, atau cukup menggenang secara lokal saja. Paling 10 menit, itu pun kalau deras. Tumbuhan-tumbuhan justru senang kalau curah hujan lagi tinggi. Minuman mereka jadi banyak.

Okeey, sekarang bayangkan, kalau rumah Anda, isinya begini :

  1. Ruang keluarga : Sepi, tidak pernah dipakai

  2. Ruang tamu : Tamu ada sih, tapi sehatun paling tiga kali

  3. Dapur : Jarang banget masak

  4. Ruang fitness : Buat majang treadmill

  5. Balkon : Tidak dipakai karena malu dilihatin tetangga

  6. Carport : Padahal tidak memiliki mobil

Sementar yang benar-benar dipakai untuk keseharian hanya kamar untuk rebahan, sama paling toilet. Kalau contoh diatas adalah kenyataan. Pertanyaannya, apakah Anda sudah bijak?

Semakin kecil ruang rumah, tandanya semakin bagus untuk lingkungan. Makin luas tanah yang Anda tutup, makin besar kemungkinan daerah lain akan banjir. Jadi, ketika Anda membangun rumah, pastikan ruang yang Anda buat benar-benar Anda butuhkan. Berhentilah membangun ruang yang tidak pernah dipakai!