Ada Hal Bernama Konteks

“Rumah kecil yang kaya akan interaksi, nilainya lebih baik daripada rumah besar yang membuat bapak dan anak tidak pernah bertemu.” Tulis sebuah akun di instagram. Kata-kata itu menjadi lecutan bagi saya untuk membuat tulisan ini. Karena saya sepakat akan pernyataan itu. Membeli atau membangun rumah itu sulit. Sebagian hanya dapat melakukannya sekali seumur hidup. Sebagian bahkan tak mampu dan hanya akan menjadi khayalan.

Selanjutnya, muncul pertanyaan di benak “Ada tidak sih resep untuk membuat rumah bagus?” Jawabannya, “Tidak ada.” Tidak ada satupun resep di dunia yang  bisa membuat desain rumah jadi bagus. Karena setiap rumah itu lokasinya berbeda, orang yang tinggal berbeda, setting waktunya pun berbeda juga. Desain rumah itu ibarat obat. Penyakit beda, obatnya udah pasti beda. Bahkan meski penyakitnya sama, obat yang diberikan ke anak kecil tidak akan sama dengan obat yang diberikan ke lansia. Juga tidak semua obat dapat diminum sembarangan. Ada juga yang membutuhkan anjuran dokter!


Ada hal yang namanya konteks.

1. Penghuni

  • Rumah untuk berapa orang?

  • Siapa saja orangnya?

  • Berapa usianya?

  • Kebiasaan kalau dirumah seperti apa?

  • Berapa budget yang dimiliki?

2. Waktu

  • Dibangun tahun berapa?

  • Proyek darurat atau santai?

  • Apakah punya sejarah tertentu?

  • Permanen atau temporer?

  • Teknologi yang ada seperti apa?

3. Lingkungan

  • Bagaimana bentuk dan luas lahannya?

  • Iklimnya seperti apa?

  • Regulasi pemerintahnya bagaimana?

  • Material lokal yang tersedia apa?

  • Tetangga sebelah seperti apa?

Saat Anda ingin membeli atau membangun rumah, cobalah dimulai dari pertanyaan-pertanyaan sederhara seperti diatas. Hal ini berguna untuk mengambil keputusan agar nantinya Anda tinggal di rumah yang tepat. Bukan sekedar indah secara visual.