Menemukan Jantung (part 1)

Dalam setiap bangunan, pasti ada jantungnya. Ada satu ruang utama yang wajib banget harus ada. Yang ga boleh sampe malfunction. Yang harus sehat seumur hidup. Yang membuat suatu tempat memiliki karakter dan identitas tersendiri. Misal dalam bioskop. Kira-kira mana yang jadi jantung? Betul. Sudah pasti ruang nonton. Percuma punya ruang tunggu yang bagus, kalau ruang nontonnya tidak beres. Stasiun? Jantungnya dimana? Gampanglah ya, kalau salah sih kebangetan. Jelas adalah peron. Jika stasiun tidak ada peron, maka namanya bukan stasiun.

Tak dapat dipungkiri, ada juga gedung yang jantungnya samar dan sulit ditemukan. Ambil contoh misalnya Bank. Dimana jantungnya? Kantor Pos juga dimana? Mungkin disini ada dari kalian yang membaca tulisan ini dan berpikir “Ya apaansih, berarti emang jantung itu ga ada di setiap bangunan, jangan ngadi-ngadi dah.” Percaya atau tidak, jantung itu ada di setiap bangunan. Hanya saja untuk menemukannya, kadang tidak semudah apa yang kita kira. Lalu apa Anda tahu jenis bangunan apa yang jantungnya paling sulit untuk dicari? Coba tebak?

Rumah. Iya, rumah yang saat ini Anda huni. Mencari jantung rumah itu amat sulit. Sebelum saya bahas lebih jauh, mari kita bongkar beberapa streotype yang selama ini salah dan keliru, tapi malah menjadi pengetahuan umum.

Bayangkan sebuah keluarga, bapak dan anak sama-sama berada di rumah, tapi si bapak kalau mencari anaknya bukannya teriak manggil malah pakai whatsapp. Kasus seperti ini cukup sering dijumpai karena memang jumlahnya ada banyak. Bahkan saya yakin diantara kalian yang membaca pasti ada banyak yang seperti ini. Sementara yang belum pernah, selamat, Anda jadi tahu kalau kehidupan orang di dunia ini berbeda-beda.

 

Bersambung…