Investasi Properti Itu Seperti Rukun Islam yang Kelima!

Art by Pixabay.com

Art by Pixabay.com

Properti adalah salah satu dari banyaknya instrument investasi. Investasi properti sering dikatakan tidak ada matinya. Alasan paling umum adalah kita sama-sama tahu bahwa luas tanah tidak bertambah, sedangkan kebutuhan tempat tinggal terus bertambah seiring berjalannya waktu. Belum lagi capital gain yang meningkat secara signifikan setiap tahunnya.
Sangat banyak manfaat yang akan didapat jika anda investasikan harta anda di bidang properti. Selain merupakan investasi jangka panjang, instrumen ini juga beresiko rendah jika dikelola dengan baik, karena pergerakannya tidak terlalu sensitif, seperti yang ditemukan dalam investasi ekuitas. Memiliki nilai tambah atau harga yang terus meningkat, dengan begitu nantinya dapat dijual kembali dengan harga yang jauh lebih tinggi atau bisa disewakan dan menjadi potensi arus kas rutin. Dapat dijadikan jaminan pinjaman, saat anda ingin memulai sebuah usaha lainnya dan mendapatkan modal. Kebanyakan bank pemberi kredit atau lembaga perkreditan lainnya memberikan prioritas pinjaman bagi mereka yang memiliki jaminan properti. Uang tersebut dapat diputar lagi dalam bentuk usaha lainnya ataupun jika ingin berinvestasi lagi dengan menambah properti.
Dengan banyak keuntungannya, membuat investasi properti menjadi salah satu instrument yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia. Dalam hal ini sama seperti rukun Islam yang kelima, yaitu naik haji. Eiittss.. tapi, ada perbedaannya. Haji itu bila mampu, sedangkan investasi properti bila mau. Saat ini banyak penawaran investasi properti dengan harga yang terjangkau dan bisa dicicil lhoo. Memang tidak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk investasi properti, tapi pepatah pernah bilang “dimana ada kemauan, disitu ada jalan.”~
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi dibidang properti, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, memilih lokasi yang tepat. Lokasi properti sering menjadi kunci dalam melihat seberapa besar keuntungan yang mungkin diterima oleh investor. Hal ini karena lokasi yang strategis pasti diminati oleh professional, kaum millennial, bahkan masyarakat madani. Strategis yang dimaksud adalah dekat dengan fasilitas publik, seperti stasiun, bandara, sekolah, tempat ibadah, dan pusat perbelanjaan.
Kedua, menyiapkan dana. Dana juga pastinya menjadi faktor seseorang atau lembaga melakukan investasi. Sedikitnya ada 3 macam dana yang wajib diketahui oleh pemula. Pertama, biaya tanda jadi. Biaya tanda jadi akan ditentukan oleh pengembang. Namun, jika membeli properti melalui pasar sekunder maka biaya tanda jadi ditentukan oleh penjual properti. Biaya tanda jadi adalah bentuk kejelasan seseorang membeli rumah atau biasa disebut dengan booking fee. Kedua, uang muka. Setelah mengeluarkan biaya tanda jadi, kewajiban selanjutnya yaitu menyiapkan uang muka. Uang muka harus dilunasi jika membeli rumah melalui pihak pengembang. Sedangkan jika membeli melalui pasar sekunder, uang muka ditaksir sebesar 20%-50% sesuai ketentuan pihak bank. Ketiga, yaitu angsuran. Untuk pemula, investasi properti biasanya dilakukan dengan cara kredit atau cicil selama beberapa tahun kedepan dengan membayar uang angsuran setiap bulannya. Besarnya angsuran ditentukan atas kesepakatan kedua pihak, namun jumlahnya tidak akan melebihi besarnya penghasilan pembeli dan pasangan.
Ketiga, pilih pengembang yang terpercaya. Mengecek latar belakang pengembang properti adalah hal yang sangat penting. Anda harus skeptis dan tidak mudah percaya meskipun dengan dengan pengembang yang sudah terkenal. Pastikan performa dan reputasinya juga baik dan dapat dipercaya. Pilihlah pengembang yang memiliki minimal 5 tahun pengalaman dalam bidang properti. Seluruh informasi mengenai pengembang biasanya bisa didapatkan melalui website terkait.
Keempat, cek harga pasar. Jangan terburu-buru saat hendak membeli properti. Anda harus mengetahui harga pasaran sebuah properti yang hendak dibeli. Melakukan pengecekan harga pasar bisa melalui online atau melakukan riset langsung. Dengan begitu anda bisa mendapatkan harga terbaik untuk investasi properti.
Kelima, persetujuan KPR, Biasanya orang-orang akan berusaha mendapat persetujuan KPR guna meringankan pembayaran rumah. KPR juga menjadi hal yang memudahkan untuk investor pemula melakukan investasi properti. Memiliki persetujuan KPR membuat agen perumahan atau vendor yakin mengenai minat anda dalam membeli rumah dan melakukan investasi properti. Selain itu KPR juga mencegah kegagalan transaksi jual beli rumah antara anda dan agen perumahan.
Keenam, pilih tenor yang sesuai dengan kemampuan anda. Saat anda mengajukan KPR pihak bank akan menawarkan berbagai macam tenor. Tenor yang ditawarkan berkisar antara 5 hingga 10 tahun. Ketersediaan tenor akan dihitung oleh pihak bank berdasarkan kemampuan anda. Jangan memaksakan memilih tenor pendek jika anda belum siap secara finansial, perlu diingat investasi properti adalah investasi jangka panjang yang menguntungkan.
Ketujuh, surat pembelian tanah. Hal lain yang harus diperhatikan saat melakukan investasi properti yaitu memastikan sertifikat tanah yang dikeluarkan oleh pengembang sah secara hukum. Sebagai investor pemula, Anda harus jeli dalam memilih unit perumahan sebagai investasi properti. Anda bisa menanyakan hal tersebut melalui notaris yang mengurus akta tanah. Surat-surat tersebut akan menentukan status tanah kavling yang anda miliki dan keseluruhan kavling perumahan.
Kedelapan, mempersiapkan dana tambahan. Saat melakukan transaksi jual beli properti, Anda harus mempersiapkan dana lebih karena tidak menutup kemungkinan akan ada biaya tambahan yang harus ditanggung dalam proses pembelian investasi properti. Berikut beberapa biaya tambahan yang mungkin muncul dalam transaksi jual beli properti. Biaya bank, pembelian rumah menggunakan KPR berarti anda harus melakukan beberapa tahap pengecekan kelengkapan berkas yang berbayar. Salah satunya yaitu biaya survei aset properti sebelum membeli rumah.
Kesembilan, Biaya asuransi, biaya asuransi biasanya meliputi asuransi jiwa sebesar 1% sampai 2% dari total pinjaman. Selain itu akan ada asuransi kebakaran sebesar 1% dari total pinjaman. Biaya notaris, notaris adalah pihak yang akan banyak membantu anda mengurus akta dan sertifikat jual beli. Biaya notaris menjadi kewajiban anda sepenuhnya. Kemudian pajak, pajak adalah kewajiban yang tidak bisa dihindari dalam setiap transaksi jual beli properti. Biaya pajak akan timbul dengan KPR ataupun pembayaran tunai. Pajak yang timbul dalam jual beli properti yaitu BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan)
Terakhir, Waktu serah terima unit. Setelah seluruh langkah untuk membeli rumah telah dijalani, selanjutnya pastikan waktu serah terima rumah atau properti lain yang anda beli. Jangan sampai ada keterlambatan yang akan merugikan anda di kemudian hari. Jangan sampai tujuan utama anda investasi properti justru akan merugikan.