7 Gaya Arsitektur Paling Populer Di Masa Depan

Art by Pixabay.com

Art by @amazing.architechture

          Banyak sekali istilah arsitektur yang ada saat ini. Sayang, banyak masyarakat yang kurang paham dengan istilah tersebut. Misal minimalis, modern, bohemian, futuristik, dan lainnya. Padahal istilah ini seringkali berlalu-lalang di media massa untuk menunjuk sebuah bangunan yang dianggap menerapkan gaya atau tren arsitektur/interior yang maju. Tujuannya untuk memperoleh kesan rumah atau bangunan yang dirancang dengan gaya baru, modern, aeustheutic, dan tidak ketinggalan zaman. Dari banyaknya gaya arsitektur yang ada, ada beberapa konsep yang menurut kami sangat cocok diterapkan saat ini bahkan sampai masa depan. Disini kami akan memprediksi macam-macam arsitektur rumah yang digadang-gadang akan popular beberapa tahun kedepan.
1. Rumah Minimalis
          Rumah minimalis sudah ada sejak tahun 1980 di London New York . Sejalan dengan yang terjadi pada perkembangan industri fashion yang “lelah” dengan segala atribut maksimalis pada era sebelumnya di tahun 1980an. Ciri khas rumah minimalis adalah menggunakan dak beton, bentuk dasarnya adalah kotak, polos atau tanpa ornamen, dan menggunakan maksimal dua kombinasi material.  Menurut teori rumah minimalis menggunakan cat dinding berwarna monokrom. Berbicara tentang sebutan minimalis, sebenarnya tren ini dipengaruhi paham aliran Zen dari Jepang. Arsitek Amerika Frank Lloyd Wright mengadaptasi beberapa hal dari Zen, seperti pintu geser dari desain rumah-rumah tradisional Jepang melalui karya rumahnya tahun 1930-an.
          Pada arsitektur minimalis biasanya ‘membuang’ segala hal menjadi sesuatu agar mencapai esensi nilai kesederhanaan, namun memiliki nilai berkualitas sangat tinggi. Detailnya yang rapi, presisi, jujur dan tidak mengada-ada hingga terlihat pada semua bagian bangunan dan ruang.
2. Rumah Modern
          Desain rumah modern seringkali disamakan dengan rumah minimalis. Meskipun dapat dibenarkan, sebenarnya ada perbedaan yang cukup mencolok untuk memisahkan antara dua desain tersebut. Rumah modern memiliki material yang cenderung terbaru, sedangkan rumah minimalis menggunakan material yang lebih sederhana sesuai dengan esensinya. Kemudian dari segi aksesoris dan perabotan. Rumah minimalis menghindari pemakaian ornamen dan semua aksesoris yang tidak diperlukan, sedangkan rumah modern biasanya menggunakan perabotan yang terbaru sehingga menimbulkan kesan mewah dan elegant. Kalau dilihat dari segi tata ruang juga terdapat perbedaan. Rumah modern cenderung membuat ruang-ruang menjadi semakin kecil, sedangkan rumah minimalis membuat suatu ruang atau perabotan memiliki lebih dari satu fungsi.
3. Arsitektur Futuristik
          Salah seorang arsitek dunia yang terkenal akan gaya arsitektur futuristiknya adalah Zaha Hadid. Ciri dari arsitektur ini adalah  ketiadaan sudut, penggunaan warna-warna basic (yang cenderung putih dan colorless), dan juga bentuk dinamis yang jauh dari kata konvensional. Hal ini membuat banyak karya arsitektur futuristik menjadi landmark atau ikon dari area tempat yang dibangun.
          Umumnya arsitektur futuristik diterapkan pada bangunan komersial berskala besar. Namun, kini penerapannya perlahan mulai bergeser menjadi gaya arsitektur yang bisa diterapkan pada desain arsitektur residensial, termasuk juga di Indonesia. Mulai banyak rumah-rumah yang hadir dengan arsitektur yang lebih berani dan bentuk-bentuk futuristik menunjukkan bahwa tren arsitektur satu ini mulai diminati. Siapa sangka, ternyata gaya futuristik tidak sepenuhnya menghilangkan kesan homey pada hunian. Bisa dikatakan bahwa tren futuristik pada arsitektur merupakan penerus saat arsitektur modern mulai menjadi trend beberapa tahun lalu.
4. Arsitektur Industrial
          Gaya desain industrial yaitu dominasi warna gelap yang dipadukan dengan warna netral lainnya. Dindingnya menggunakan bata. Menerapkan lantai kayu atau beton. Atap yang terbuka dengan langit-langit struktural seperti pipa dan kerangka. Perpaduan unik antara kayu, metal, warna gelap, dan elemen lainnya. Karakteristik ruangan ini yaitu memberi kesan unfinished. Biasanya digunakan untuk cafe-cafe, tetapi sekarang banyak yang menerapkan untuk rumah-rumah. Ruangannya memiliki pencahayaan baik karena menggunakan jendela yang besar. Perabotan yang simetris dan menarik. Terakhir dekorasi dan perabotan gaya khas industrial memanfaatkan barang-barang hasil daur ulang.
5. Arsitektur All Black
          Berbicara mengenai tren arsitektur, maka kita juga bisa berbicara mengenai warna yang cenderung disukai dari zaman ke zaman. Pengaplikasian warna yang dianggap estetis pada desain rumah selalu berubah dan mengikuti trend arsitektur yang ada. Untuk tren warna yang cukup mencolok dan mencuri perhatian beberapa tahun belakangan adalah gaya arsitektur yang mengaplikasikan warna full hitam atau didominasi warna gelap. Misalnya saja interior rumah serba hitam. Siapa sangka, warna yang sering dianggap tidak lazim ini justru memberikan kesan elegan sekaligus trendi pada hunian. Warna hitam pekat membantu membuat rumah jadi lebih menonjol dan memberikan statement yang kuat.
6. Konsep Back to Nature
          Tren arsitektur baru bukanlah hal yang baru. Namun, seiring maraknya isu lingkungan hidup dan juga pemanasan global, konsep arsitektur yang menyatu dengan alam kembali menjadi perhatian dan diminati. Mulai dari pemanfaatan material yang ramah lingkungan hingga sistem arsitektur yang memanfaatkan sumber daya alam yang terbarukan semakin banyak diaplikasikan pada rumah-rumah. Hunian yang dibangun harus rumah yang ramah lingkungan.
          Pengaplikasian sederhana seperti membuat taman vertikal, roof garden, hingga solar panel adalah contoh dampak merebaknya tren arsitektur satu ini. Banyak yang meyakini bahwa konsep arsitektur back to nature bisa memberikan solusi terhadap berbagai masalah lingkungan hidup. Namun, di luar hal tersebut, konsep “hijau” pada arsitektur rumah juga membantu rumah lebih nyaman untuk dihuni, sehingga nggak ada salahnya mengikuti tren arsitektur satu ini.
7. Arsitektur Tematik
          Yang dimaksud dari arsitektur tematik adalah pengaplikasian sebuah tema secara total pada rancangan arsitektur. Contoh dari pengaplikasian arsitektur tematik adalah rancangan arsitektur rumah piano dengan totalitas bentuk, rumah Jawa dengan implementasi elemen-elemen arsitektur Jawa secara eksplisit, dan berbagai rumah dengan tema arsitektur berbeda namun diwujudkan secara total dan eksplisit.
          Tidak hanya gaya modern dan futuristik, arsitektur tematik ini juga bisa diterapkan dengan konsep vernakular dan tradisional. Untuk kamu yang ingin mengekspresikan diri lewat hunian secara frontal, arsitektur tematik bisa menjadi jawaban karena kamu bisa menerjemahkan berbagai tema secara harafiah dengan mengikuti trend arsitektur ini.