Perhitungan pajak dan biaya Jual Beli Tahun 2011

Jogja merupakan kota yang nyaman untuk tinggal, selain kenyamanannya juga karena kenaikan nilai investasinya yang sangat menjanjikan, menjamurnya perumahan di Jogja merupakan indikasi yang sudah tidak terbantahkan lagi.

Banyak developer-developer di Jogja yang saling berlomba untuk mendapatkan customer dengan berbagai macam kemudahan-kemudahan yang ditawarkan, program yang menjanjikan, pola pembayaran yang lunak, proses KPR yang cepat, uang muka yang kecil, bonus dan atau discount yang menarik, fasilitas perumahan yang lengkap, dan masih banyak lagi trik dan cara yang dilakukan developer-developer untuk mendapatkan customers, hal tersebut memang memberikan kemudahan bagi calon konsumen untuk dimanjakan oleh developer…….,

Yang perlu diperhatikan oleh customer tidak cukup hanya dengan program-program tersebut diatas, perhatikan aspek hukumnya / legalitasnya ( IPT, Ijin Site Plan, IMB, Status Sertifikat, Pajak, dll )
Berikut saya sampaikan update pajak th. 2011 untuk pasca pembelian perumahan, khususnya di wilayah Sleman, Jogja :

 

A. PAJAK & BIAYA YANG HARUS DIBAYAR OLEH DEVELOPER :

1. Pajak Penambahan Nilai (PPN)
Pajak ini harus dibayarkan oleh sebuah developer ke Negara melalui kantor pajak, ada juga
developer yg membebankan PPN kepada customer, untuk itu pastikan ke developer didepan
kalau harga sudah termasuk PPN belum?
besaran PPN adalah 10% dari harga kesepakatan.

2. Pajak Penjualan (PPh)
Pajak ini harus dibayarkan oleh sebuah developer ke Negara melalui kantor pajak, masing-
masing daerah belum tentu sama besar pajaknya,
besaran PPh untuk wilayah Sleman adalah :
harga kesepakatan x 5%

3. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)
besaran PNBP untuk wilayah Sleman adalah :
0,1% x harga kesepakatan + Rp. 50.000,-

B. PAJAK & BIAYA YANG HARUS DIBAYAR OLEH CUSTOMER :

1. Pajak Pembelian / Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
Pajak ini harus dibayarkan oleh customer ke negara melalui kantor pajak,
besaran Pajak Pembelian = Pajak Penjualan, yaitu :
harga kesepakatan x 5%

2. Biaya Balik Nama (BBN)
Pajak ini dibayarkan oleh customer ke Notaris sebagai biaya jasa notaris dalam proses jual beli
besaran Biaya ini sangat variatif, tergantung kesepakatan dengan notaris
besar BBN kurang lebih :
(harga kesepakatan x 1%) + Rp. 500.000,-

3. Biaya Naik Status
Apabila customer membeli sebuah Perumahan di Yogyakarta masih dalam status SHGB
(Sertifikat Hak Guna Bangunan) dan menghendaki naik status menjadi SHM (Sertifikat Hak
Milik) maka biaya yang harus dibayarkan ke Notaris sebagai jasa pengurusan ke Badan Perta
nahan Nasional juga sangat fariatif tergantung kesepakatan dengan notaris,
besarnya Biaya Naik Status kurang lebih Rp. 6.500.000,-

4. PPJB Nota riil

Besaran nota riil untuk pembayaran KPR adalah Rp. 3.000.000,-, untuk pembayaran cash bertahap dan cash keras adalah Rp. 1.000.000,-

5. Biaya KPR
Apabila customer melakukan pembelian perumahan di Jogja melalui bantuan pembiaya
an perbankan (KPR) Kredit Pemilikan Rumah, maka besarnya biaya yang harus dibayarkan
oleh customer ke perbankan yang bersangkutan beraannya pun berfariasi tergantunt oleh
bank yang bersangkutan, usia debitur, masa KPR, plafon kredit yang diajukan, dll
yang besarannya kurang lebih :
Plapon Kredit x 6%

Demikian gambaran Pajak dan Biaya yang muncul selama customer melakukan pembelian perumahan di sebuah Developer, semoga bermanfaat………,

Info lengkap : ANDRE : 0274-715 7609 / 0818 279 321
Email : andrea_residence@yahoo.co.id
YM : andrea_residence
FB : Andre Hatzuka
T : AB1007EE

2 comments

  1. sidharta says:

    mas andre, bagaimana kalau saya membeli dari developer perorangan…bisa dijelaskan secara detail legal utk masing2 pihak (saya maupun penjual)? karena harga developer perorangan lebih murah mohon pencerahannya mas andre… terima kasih

    • A N D R E says:

      hallo mas Janu, mohon maaf telat balas,
      sebenarnya kalo kita melakukan transaksi jual-beli rumah dengan perorangan atau developer relatif hampir sama, untuk pajak ke negara (sebagai warga negara yang baik, kita tetep bayar pajak) cuman emang akan lebih fleksibel kalo kita beli melalui perorangan, harga ajb bisa kita sepakati bersama (antara penjual dan pembeli) yang lebih rendah dari harga riil transaksi, kenapa harga developer perorangan lebih murah, karena biaya ijin2 dan legalitas mereka tidak sekomplek ketika dilakukan oleh perusahaan, atau lokasi yang hanya terdiri dari maksimal 4 kavling, tidak diperlukan IPT (Ijin Pemanfaatan Tanah), jadi mereke bisa menjual dengan harga dibawah developer……,
      semoga bermanfaat, terimakasih, salam, andre.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>